Saturday, March 21, 2015

iSiaga Solusi Pas Bersihkan E-Trash Jadi Cash

Perkembangan teknologi membuat produsen peralatan elektronik aktif membuat inovasi untuk membuat produk-produk termuktahir. Setiap harinya di seantero bumi, ada ratusan produk baru elektronik yang dirilis dan dijual kepada konsumen.

Perangkat-perangkat teknologi termuktahir tersebut dibuat untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktifitas, dan juga memudahkan manusia untuk berhubungan satu sama lain walau terpisah jarak yang jauh. Sebagai contoh, saat ini hampir semua semua memiliki gadget, walaupun tak semua orang tak hobby dengan gadget.

Namun, dengan semakin banyaknya produk-produk elektronik baru yang beredar, timbullah masalah baru, yaitu semakin banyaknya sampah elektronik akibat barang-barang elektronik yang rusak dan tak terpakai. Sampah elektronik tersebut jamak juga dikenal sebagai E-trash.

E-trash tersebut sering kali dibiarkan saja oleh pemiliknya di dalam gudang, atau malah dibuang sembarangan ke tempat sampah. Padahal E-trash tersebut potensial membuat lingkungan sekitar kita tercemar, karena banyak material beracun di dalamnya semisal merkuri, kadmium dan timbal. Material beracun dalam E-trash tersebut sangat berbahaya bagi manusia, dapat menimbulkan kerusakan otak, kerusakan ginjal dan juga kanker.

Kalau begitu, bagaimana solusi yang pas buat membersihkan E-trash di rumah kita tanpa mengakibatkan kerusakan lingkungan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akhirnya mendapatkan jawaban yang mencerahkan saat saya menghadiri peluncuran layanan EcoCash  iSiaga  bertempat di Pong me! Lounge Gunawarman, Kebayoran. EcoCash  iSiaga digagas oleh perusahaan Lighthouse yang selama ini memiliki basis usaha making web, tech support web, design web dan juga printing.

Layanan EcoCash dari iSiaga adalah produk layanan terbaru dari Lighthouse, yaitu program recycle E-trashe, dengan cara antar jemput langsung E-trash kepada pemiliknya di rumah, dan ditukarkan dengan uang cash.

Inilah Brand E-Commerce Terpopuler Di Indonesia Periode Januari-Februari 2015

E-Commerce sudah mulai jadi trend dalam transaksi perdagangan masa kini. E-Commerce secara harfiah bisa diartikan sebagai sistem berdagang yang transaksi jual belinya menggunakan sistem elektronik dengan bantuan media internet.

Keuntungan utama buat perusahaan dalam menggunakan sistim E-Commerce adalah agar lebih efisien dan efektif dalam rangka menurunkan biaya operasional (operating cost), melebarkan jangkauan pemasaran (global reach), serta memberikan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.

Untuk mengenalkan brand yang mereka miliki, para pelaku industri E-Commerce di Indonesia cukup aktif untuk membangun komunikasi kepada pelanggan dan calon pelangan menggunakan media sosial semisal Facebook dan You Tube.

Menurut data yang dilansir oleh socialbakers, dalam periode Januari-Februari 2015 tercatat ada delapan E-Commerce brand yang memiliki lebih dari 1 juta pengikut. Berikut datanya:

Wednesday, February 11, 2015

20 Gadget Terpopuler Yang Dipakai Buat Browsing Per Bulan Januari 2015

Dari data rangkuman data dari salah satu website yang gue tangani, pada bulan Januari 2015 terdapat 73,59 % persen pembaca yang menggunakan mobile, 22,51 % pembaca menggunakan desktop, dan 3,9 % persen pembaca memakai tablet.

41,82 % pembaca tak terdeteksi menggunakan devices merk apa, dan sisanya terdeteksi menggunakan gadget-gadget merk tertentu.

20 Gadget Terpopuler Yang Dipakai Buat Browsing

Berikut 20 gadget terpopuler yang dipakai buat browsing website *****ola sepanjang bulan Januari 2015:
 1. Nokia S60 [ 2,46 % pembaca]
 2. Apple iPhone [ 2,22 % pembaca]
 3. Samsung GT-S7270 Galaxy Ace 3 [ 1,45 % pembaca]
 4. BlackBerry Curve 9320 [ 1,17 % pembaca]
 5. BlackBerry 9220 [ 1,03 pembaca]
 6. Samsung GT-I9082 Galaxy Grand Duos [ 0,98 % pembaca]
 7. BlackBerry 9780 [ 0,95 % pembaca]
 8. Samsung SM-G355H Galaxy Core II [ 0,93 % pembaca]
 9. Samsung GT-I8262 Galaxy Duos [ 0,91 % pembaca]
10. Samsung GT-S5360 Galaxy Y [ 0,89 % pembaca]
11. Samsung SM-G7102 Galaxy Grand 2 [ 0,88 % pembaca]
12. Samsung GT-S6310 Galaxy Young [ 0,84 % pembaca]
13. Samsung GT-C3322i Metro Duos [ 0,83 % pembaca]
14. Oppo R1001 Joy [ 0,81 % pembaca]
15. Samsung GT-I9500 Galaxy S IV [ 0,8 % pembaca]
16. BlackBerry Z10 [ 0,79 % pembaca]
17. Nokia 210 Asha 210 [ 0,78 % pembaca]
18. Samsung GT-P3100 Galaxy Tab 2 7.0 [ 0,77 % pembaca]
19. Asus T00F [ 0,7 % pembaca]
20. Samsung SM-G313HZ Galaxy Ace NXT [ 0,68 % pembaca]

pict source: smashingmagazine

Sunday, November 23, 2014

Hidup Adalah

Hidup Adalah Misteri... Singkapkanlah
Hidup Adalah Cita-Cita... Capailah
Hidup Adalah Tugas... Selesaikanlah
Hidup Adalah Pertandingan... Menangkanlah

Hidup Adalah Teka-Teki... Pecahkanlah
Hidup Adalah Tantangan... Hadapilah
Hidup Adalah Janji... Penuhilah
Hidup Adalah Perjuangan... Bekerjalah dan Jangan Lupa Berdoa

Hidup Adalah Kesempatan... Ambillah
Hidup Adalah Lagu... Nyanyikanlah
Hidup Adalah Anugerah... Terimalah
Hidup Penuh Dengan Nikmat... Bersyukurlah

Hidup Bukanlah Suatu Tujuan... Tetapi Suatu Perjalanan
Hidup Ini Sangat Indah Dengan Beragam Lika-Likunya

Monday, August 25, 2014

Program Jadul TVRI, Memori Manis Generasi Muda Era 70-90an

Tanggal 24 Agustus menjadi hari yang meriah bagi keluarga Indonesia yang menikmati liburan di rumah, karena dua stasiun televisi swasta, RCTI dan SCTV, menyajikan program spesial merayakan hari ulang tahun mereka.

Di sisi lain, tak banyak orang yang menikmati tayangan TV pada tanggal 24 Agustus kemarin mengingat bahwa pada hari itu stasiun televisi tertua di Indonesia, TVRI (Televisi Republik Indonesia) juga merayakan hari jadi. Pada tahun ini TVRI  memasuki usia ke-62. Hari lahirnya TVRI ini juga dijadikan sebagai hari Pertelevisian Nasional.

TVRI yang dibuat pemerintah Indonesia pada tahun 1962 dalam rangka menyambut helatan ASIAN GAMES di Jakarta, sempat lama menjadi primadona hiburan bagi rakyat Indonesia. Namun seiring dengan menjamurnya TV Swasta di Indonesia pada pada pertengahan era 1990-an, TVRI mulai kehilangan tempat sebagai primadona TV di negeri ini.

Kemarin pagi, seorang pegiat intenert senior yang berdomisili di Bogor bernama Matahari Timoer (MT) membuat status 'menggelitik' dalam akun Facebook miliknya. Matahari Timoer membuat susunan program tayangan TVRI tempo dulu yang difavoritkannya, dan tak lupa menanyakan kepada Facebooker, apa program jadul favorit mereka di TVRI?

Sunday, May 18, 2014

SEPATU, Ketika Tulus Membuat Lagu Cinta Tak Jadi Picisan

Cinta merupakan hal menarik yang ada di muka bumi ini sehingga jutaan pencipta lagu membuat lagu tentang Cinta yang membuat mabuk kepayang atau juga membuat sedih.

Biasanya dalam pakem lagu Cinta akan menceritakan tentang keindahan Cinta, memuja pujaan atau kekasih hati, terkadang juga menceritakan tentang sakitnya patah hati karena Cinta. Namun dalam beberapa minggu ini gue mendengarkan lagu tentang Cinta yang tak biasa.
picture from: blingee.com

Lagu tentang Cinta yang tak biasa itu adalah 'SEPATU' yang merupakan lagu yang diciptaakan dan dibawakan oleh salah seorang solois jazz yang sedang ngetop, TULUS. Dari judulnya saja lagu 'SEPATU' ini sudah sangat unik dan anti mainstream. Belum pernah ada sebelumnya Cinta itu dianalogikan dengan sepatu. Namun TULUS membuat kata 'Sepatu' menjadi indah terkait dengan Cinta.
Kita adalah sepasang sepatuSelalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa

Bergerak karena kaki manusia
Itulah lirik pembuka lagu 'SEPATU' yang sangat jleb banget. TULUS secara fenomenal menganalogikan percintaan sepasang insan sama dengan sepatu yang selalu bersama namun tak akan pernah bisa sama karena perbedaan karakter.

Monday, May 12, 2014

SANG PATRIOT: Cinta Satu Jiwa dan Pengorbanan Dalam Epos Pahlawan Tercinta Jember

Bunga Anggrek mulai timbul
Ku Teringat Padamu
Waktu Kita Berkumpul
Ku duduk di sampingmu
Aku cinta kepadamu
bulan menjadi saksi
Aku telah berjanji
sehidup dan semati
(Als de orchideen bloeien, Bunga Anggrek, gubahan Ismail Marzuki) 

Lagu 'Bunga Anggrek' di atas menjadi tanda kenangan cinta abadi seorang wanita tangguh bernama Rukmini. 'Bunga Anggrek' menjadi lagu kesayangannya sepanjang masa, dan dulu sering dimainkan secara instrumental oleh sang suami tercinta, Mochammad Sroedji.

.......
8 Februari 1949, di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbul Sari, sebuah truk yang berisi serdadu NIL dan Belanda tampak menyeret sesosok jasad berlumuran darah. Para serdadu tersebut dengan pongahnya menyuruh kepada penduduk yang mereka lewati agar segera menyerah memberikan perlawanan kepada mereka, karena pemimpin perlawanan mereka telah dihabisi.  

Sosok berlumuran darah yang diseret oleh serdadu KNIL dan Belanda itu adalah Letkol Mochammad Sroedji, yang bersama Letkol Soebandi merupakan pemimpin pejuang di Jember yang berusaha melawan bangsa asing yang ingin menjajah kembali pasca kemerdekaan Indonesia. 
........
8 Desember 1943, Mochammad Sroedji resmi dilantik sebagai perwira PETA setelah menjalani gemblengan militer yang keras di Bogor. Pasca dilantik sebagai perwira PETA, Mochammad Sroedji memulai karir militernya sebagai perwira PETA di Jember dengan pangkat Chuudanchoo atau komandan kompi.
PETA merupakan organisasi militer buatan Jepang dengan dalih pembentukan untuk mengusir penjajah Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Ratusan pemuda Indonesia direkrut masuk PETA oleh Jepang, dan salah satunya adalah Mochammad Sroedji.

Namun setelah beberapa waktu menjadi Chuudanchoo, Mochammad Sroedji dan perwira-perwira PETA lainnya mulai menemukan realita bahwa tentara Jepang berbuat semena-mena terhadap rakyat. Pemuda-pemuda dipaksa menjadi pekerja pembangunan tanpa dibayar oleh Jepang atau disebut juga sebagai romusha, dan wanita-wanita berparas cantik dijadikan sebagai wanita penghibur tentara Jepang atau dikenal sebagai jugun ganfu.  Bahkan perwira-perwira PETA pun harus membungkuk (seikeirei) terhadap tentara Jepang berpangkat rendah.

Dalam suatu peristiwa, Rukmini nyaris diculik oleh tentara Jepang untuk dijadikan jugun ganfu saat Mochammad Sroedji sedang bertugas di luar Jember. Berbagai ketidakadilan bangsa Jepang itu membuat Mochammad Sroedji marah, dan di dalam dadanya selalu terbersit bahwa Indonesia harus merdeka, tidak berpangku kepada pihak asing. 
Hingga suatu ketika pada tanggal 19 Agustus 1945, tentara Jepang membubarkan PETA karena tanah airnya di bom atom. Tentara Jepang pun melucuti senjata yang dipakai oleh perwira PETA.

Mantan tentara PETA dibawah instruksi Presiden Soekarno, sepakat untuk membentuk pasukan keamanan yang dinamakan Badan Kemanan Rakyat (BKR). Mochammad Sroedji bersama rekan-rekan sejawat di PETA, memelopori pembentukan BKR Resimen II di Jember. Mochammad Sroedji diserahi tugas untuk memimpin Batalion I yang membawahi Jember Selatan. Batalion I dibawah komando Mochammad Sroedji ini akrab juga disebut sebagai Batalion Alap-Alap.
......