Breaking News

Kuat Semangat Ala BCC Squad

foto bersama BCC Squad seusai acara

Kesibukan BCC Squad pada Suatu Malam 

Jumat jam 8 malam dua pekan lalu (16 Maret), gue sempatkan mampir di hotel mewah bintang 4 yang terletak di jalan Wahid Hasyim Jak-Pus, setelah sebelumnya gue bersama kolega makan mie pangsit baso di jalan Sabang. Beberapa puluh menit sebelumnya gue menanyakan kepada Wawa via whatsapp, di mana dan sedang melakukan apa bersama rekan-rekan panitia event Blogger Day 2018? Gue sendiri baru tiba siang itu di Jakarta setelah selama belasan bulan mengeksplorasi Sumatera.

Gue agak berkeringat sewaktu masuk ke dalam gedung hotel Ashley walau kenakan baju tipis berwarna ungu dan memakai celana pendek. Gue yang sudah kadung biasa berada di tempat bercuaca dingin di Sumatera, kini harus membiasakan diri untuk bersahabat dengan kondisi cuaca ibu kota yang panas dan lembab.

Setelah berjalan beberapa puluh meter dari lobby hotel, dari kejauhan gue melihat Wawa sedang asyik mengobrol dengan dua orang lain di dekat pintu masuk meeting room Downing 10 yang bakal jadi tempat kegiatan event. Gue salami mereka. Berkenalan dengan blogger mbak Ligya Pecanduhujan dan suaminya.

Sekilas bercakap, gue jadi tahu mbak Ligya dan suami merupakan pengusaha agrobisnis yang mengolah daun kopi jadi teh. Selang beberapa menit ngobrol, pasutri yang datang jauh-jauh dari luar kota ini ijin pamit istirahat menuju kamar di Ashley.

Tak lama kemudian nongol seorang wanita mungil sambil membawa se-cup kopi branded ternama. Sehabis menyalami gue, Yayat blogger penyuka motoGP yang akrab disapa nyonya Vale ini blak-blakan mengaku sudah dari siang tadi rada senewen karena susah beli kopi kegemarannya.
obat senewen ibu ketua panitia
Selang beberapa saat muncul rombongan orang yang sudah tak asing gue kenali. Ada Satto suaminya Wawa yang demen fotografi, Fawwaz putranya bunda Intan yang lagi demen ngevlog, ada si gondrong klimis Akbar yang demen nyanyi, dan lainnya. Beberapa orang sedang sibuk membuat photobooth di depan area Downing 10.
photobooth baru dipasang
Gue masuk melihat-lihat ke dalam meeting room. Kursi sudah ditata rapi memakai cover warna putih. Teman-teman panitia Blogger Day 2018 yang menamakan diri mereka sebagai BCC Squad mulai sibuk mempersiapkan berbagai hal. Beberapa petugas banquet hotel turut membantu.

Satto dan Akbar sibuk memasang standing banner besar yang akan dipakai sebagai background di area depan. Perlu beberapa kali revisi untuk membuat banner terpasang dengan benar secara simetris.
panitia cowok ribet pasang banner

Wawa dan panitia cewek lainnya sibuk membenahi deretan susunan kursi. Mereka ingin menambah kapasitas kursi di dalam room tanpa bersempit-sempitan. Gue membantu sorak-sorai memberi semangat  angkat beberapa kursi.
ngaso dulu lihat akun Lambe Turah sehabis capek ngangkat kursi 
Ada sedikit masalah pada fragmen warna di led projector yang akan dipakai buat acara. Ini sempat membuat Akbar pusing. Suasana di dalam Downing 10 terasa mengasyikkan, karena lantunan lagu-lagu nostalgia dari Sheila On 7 dan PADI diputar cukup kencang oleh Akbar melalui laptopnya. Akbar memang kebagian tugas mempersiapkan theme song yang akan digunakan sepanjang event.
Akbar lagi puyeng ngatur design

Nyaris memasuki jam 11 malam, gue pamit menuju penginapan.

Kompak Berbagi Tugas, Acara Sukses Meriah 

Sabtu jam 9 pagi lewat sedikit (17/3), gue tiba kembali di Ashley Hotel yang lobbynya khas wangi lemon grass. Di depan pintu masuk Downing 10 mulai ramai dijejali oleh para blogger yang ikutan Blogger Day 2018. Kebanyakan dari mereka sedang asyik berselfie ria di photobooth berlatar rerimbunan daun dan papan.

Gue bertegur sapa, bersalaman dan tertawa-tawa dengan sahabat-sahabat blogger yang sudah lama kenal. Gue ketemu kang Chandra Iman, Nurul Huda, Melly Feyadin, bunda Intan, oom Rahab, pak Dian Kelana, dll.

Setelah melakukan registrasi, gue masuk ke dalam meeting room dan mengambil posisi duduk di deretan belakang yang dekat dengan colokan listrik. Sekilas gue amati, peserta event didominasi oleh emak-emak kece yang sebagian besar belum gue kenal.

Saat mata gue berkeliling, tak sengaja gue mengenali beberapa sosok wajah yang tak asing sedang duduk di bagian depan. Mereka adalah teteh-teteh kece asal Bandung yang sudah lama gue kenal. Gue datangi dan salami teteh Erry, Nchie Hanie, Ima.

Gue kembali ke tempat duduk untuk mempersiapkan kegiatan live tweet dan livegram. Di samping gue duduk bozz madyang Rahab. Tak lama, datang teman-teman kece Dewi Puspa, Mira Sahid dan Sumarti Icoel. Mereka duduk di deretan kursi gue.

Acara pun dimulai, dipandu oleh MC luwes Yosh Aditya. Beberapa rekan panitia memberikan kata sambutan. Dari Wardah Fajri (Wawa) selaku founder Blogger Crony yang punya acara, lalu ada Risalah Husna yang berperan sebagai Community Development. Kemudian Yayat selaku ketua panitia Blogger Day 2018 bercuap-cuap di depan menyambut peserta. Panitia lain, Satto, Akbar Muhibar, Fawwaz, Anesa Nisa, Zata Ligouw, Clara Agustin, didapuk berdiri di depan audience.

Waktu bergulir dari pagi hingga petang tiba. Event Blogger Day 2018 berjalan meriah dan sukses. Materi workshop memberi banyak tambahan ilmu bagi yang menyimak. Makanan dan minuman berlimpah dan juga sedap. Hadiah-hadiah gimmick bertaburan buat peserta acara. Ada kado spesial pula buat peserta terbaik tweet dan instagram. Juga hadiah istimewa buat pemenang Most Wanted Blogger.
foto bersama peserta Blogger Day 2018/ dokumentasi Blogger Crony

Mbak Yayat memberikan kata sambutan penutup dengan emosional. Sambil terisak menahan tangis dia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran teman-teman blogger, dan juga dukungan para sponsor.

Blogger Day 2018 ditutup dengan sesi acara potong kue merayakan HUT ke-3 Blogger Crony. Gue sempat kaget saat dipanggil MC untuk menerima potongan pertama kue sebagai wakil dari para blogger.
Wawa dan Sucy sedang memotong kue HUT Blogger Crony/ dokumentasi bunda Intan Rosmadewi

Tuntas acara, gue dan teman-teman lainnya bersemangat memberikan ucapan selamat kepada para panitia yang sudah sukses mengorganisir rangkaian kegiatan acara. BCC Squad tampak sumringah. Sambil foto-foto, mereka meluapkan kebahagiaan.

"Sebaik-baiknya Karya Berawal dari Kegelisahan" 

Kesuksesan BCC Squad menggelar acara Blogger Day 2018 sudah bisa diprediksi dengan mudah. Mereka punya pondasi yang kuat, karena punya kaya pengalaman dalam mengelola serta berhubungan baik dengan komunitas.

- Kegelisahan Part 1
Gue baru mengenal Wardah Fajri jelang pengujung tahun 2015, saat berkoordinasi mempersiapkan kegiatan di ajang Kompasianival 2015. Saat itu Wawa ditugaskan oleh tempatnya bekerja untuk mengkoordinir puluhan komunitas. Sedangkan gue sedang berusaha membuat kegiatan keren bertema olahraga.

Gue dan Wawa intens ketemu jelang hari-H Kompasianival 2015. Paling sering meeting di Javaro Coffee Shop yang berada di lantai dasar gedung Kompas. Dari berbagai ketemuan, gue jadi tahu berbagai kegelisahan, serta impian cita-cita dia terkait dengan komunitas.

Kegiatan Kompasianival 2015 akhirnya berujung sukses dan mendapat atensi besar dari berbagai media. Kegiatan komunitas yang dikoordinir oleh Wawa pun berlangsung meriah. Gue harus berterima kasih besar kepada wanita berhijab yang satu ini. Gue dapat mewujudkan ide-ide kreatif menggelar senam massal di panggung besar Gandaria City, mengundang olahragawan kaliber juara nasional, dll. Semua dapat terealisasi berkat usaha besar Wawa melobby banyak pihak, termasuk menggandeng sponsor.
kenangan wefie bareng Wardah Fajro dan peserta senam massal di Gancit
Dua hari menjelang tutup tahun 2015, gue dan Wawa mengadakan meeting evaluasi kegiatan kami pada Kompasinival 2015. Pada momen ini gue cukup terkejut saat dia berucap telah resign dari tempatnya bekerja. Ini hari terakhirnya bekerja di gedung tersebut.

Wawa banyak bercerita apa yang akan menjadi fokus kegiatannya setelah tidak lagi ngantor. Dia akan berusaha membesarkan komunitas Blogger Crony yang sedang dirintis bersama Nisa dan Satto. Dia bersemangat ingin menjadikan banyak blogger lebih kreatif, punya empowerment. Dia gelisah karena berbagai gagasan besar yang ada di benaknya kerap tersandung oleh aturan korporasi.

Sekarang Wawa sudah memberi bukti, kegelisahan-kegelisahan dirinya dulu, kini menghasilkan berbagai karya epik dalam kegiatan di Blogger Crony.

- Kegelisahan Part 2

Gue pertama kali bertemu dengan mbak Yayat dalam suatu acara final kompetisi ide bisnis Passionpreneur #UnstoppableIndonesia yang berlangsung di SCBD, bulan September 2015. Setelah itu gue beberapa kali jumpa dengan dia dalam beberapa kegiatan persiapan Kompasianival 2015.

Blogger penyuka balapan motor ini sudah lama nyeleb dalam komunitas Valentino Rossi Indonesia dan Koplak Yo Band. Selain andal menulis balapan motor, Yayat juga jago cuap-cuap ngocol pakai mic di depan banyak orang.

Gue sempat intens berinteraksi dengan Yayat pada pertengahan tahun 2016 saat mempersiapkan kegiatan talkshow bertemakan olahraga. Gue pada waktu itu berperan sebagai penggagas acara merangkap sebagai moderator. Sedangkan nyonya Vale didaulat sebagai pembicara, karena dia punya banyak massa pengalaman menarik dalam melakukan reportase langsung di sirkuit.

Tiga hari sebelum acara talkshow, gue dan Yayat mengadakan meeting membahas persiapan terakhir. Gue menyambangi restoran dalam mall di kawasan Kramat Jati. Yayat pada waktu itu masih bekerja pada salah satu travel agent yang kantornya berada di mall tersebut.

Saat meeting Yayat mengisahkan kekagumannya pada seseorang pembicara dalam suatu acara bertemakan 'full time blogger'. Dari acara tersebut dia mengetahui pekerjaan 'full time blogger' sangat menjanjikan dan menyenangkan apabila digeluti dengan serius.
Segudang pengalaman Yayat soal motoGP terpampang nyata/ dokumentasi Rahab Ganendra
Yayat lalu berujar bahwa pada pekan depan dia resign dari kantornya, dan akan mencoba serius jadi 'full time blogger'. Dia beralasan jenuh dan gelisah dengan pekerjaannya yang monoton, dan banyak menyita waktu kebersamaan dia dan keluarganya di rumah.

Waktu bergulir, gue simak Yayat sukses gemilang menekuni profesi barunya. Di pengujung tahun 2016 dia mendapatkan penghargaan sebagai penulis terbaik di Kompasiana. Lalu, dia beberapa kali diundang menjadi pembicara utama suatu acara. Semua itu menjadi bekal mantap bagi dirinya maju terus, hingga akhirnya mampu mengemban beban berat sebagai ketua panitia Blogger Day 2018 yang dihadiri ratusan orang.

Kekuatan Potensi Diri, Kolaborasi buat Kuat Semangat

Selain mengetahui bagaimana karakter pribadi Wawa dan Yayat, gue sedikit tahu mengenai kepribadian Sucy Risalah Husna, Akbar Muhibar dan Satto Raji.

Husna punya kepribadian ramah. Hal ini pernah diperlihatkannya langsung kepada gue dalam satu momen acara kopdar di Basura City. Pada waktu itu gue belum begitu kenal, tapi dia menyapa gue dari kejauhan.

Akbar pernah satu tenda booth dengan gue di Kompasianival 2015. Dia waktu itu jadi penanggung jawab kegiatan komunitas penggemar musik. Gue perhatikan cowok yang satu ini bisa diandalkan dalam mengkonsep sesuatu. Dia rendah hati meski diam-diam punya banyak keahlian.

Gue pernah punya awkward moment dengan Satto yang berujung kami nangkring liputan bareng di samping lapangan Stadion Gelora Bung Karno Senayan. Satto punya mental bagus dalam menghadapi situasi-situasi krusial.

Kolaborasi BCC Squad jelas kuat dan bersemangat saat berkolaborasi mempersiapkan kegiatan besar. Sifat Wawa yang senang berbagi kreatifitas dengan orang lain, mendapatkan dukungan dari Yayat yang punya kepercayaan diri tinggi, plus mendapat tambahan energi dari kekuatan potensi diri Satto, Sucy, Akbar, Fawwaz, Nisa, Zata dan Clara.

Gue mengapresiasi tinggi kerja keras BCC Squad dalam mempersiapkan kegiatan Blogger Day 2018 supaya dapat nyaman dinikmati oleh ratusan orang. Karena alasan ini, sebagai bentuk penghargaan gue sengaja datang berpakaian rapi berbeda dari kebiasaan gue berpenampilan santai cuek ala kadarnya.
sesekali perlu tampil ganteng maksimal/ dokumentasi Indria Salim

Selamat buat BCC (Blogger Crony Comunity) Squad yang sukses menggelar event Blogger Day 2018. Tetap semangat terus menebar inspirasi.

MAGNUM OPUS

8 comments:

  1. Ini Mas yang kemarin juara kostum terbaik yaa?
    Suka dengan sudut penulisan even ini.
    Unik sekaligus informatif ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you kk, senang sekali tulisanku ini disukai :)

      Delete
  2. Wowwwww terima kasih Yos Mo. Apresiasi tinggi utkmu juga yg selalu beri dukungannya.

    ReplyDelete
  3. awkward moment apaan sama om satto ni... kepo... what a nice article om.. thank you so much.. gw pikir abis dari bloggerday lo mau kondangan hahahha

    ReplyDelete
  4. ahhh keren banget mas Yos tulisannya. Thank youuu yaa...

    ReplyDelete